Event ‘Get-A’
ARK PRIVATE Education THE ARK SCHOOL

Event ‘Get-A’

Juni 2017

Jika saya memarafrasekan isi perintah Raja Salomo di Kitab Amsal 22:6, maka isinya akan begini: “Inspirasi dan latihlah anak-anak muda melakukan hal-hal baik. Tempalah mereka dalam lingkungan belajar yang benar, maka kelak akan tercipta orang-orang dewasa yang hebat, berkualitas, dan setia dalam kebenaran.”

Itulah passion kami sebagai pendidik dan pengelola lembaga belajar. Pastinya tidak mudah. Kami juga harus menularkan visi dan semangat itu kepada semua tim kerja. Tidak semua guru memiliki hati seorang pendidik. Mengupayakan ini butuh kerja keras dan kesabaran. Betapa kasihannya siswa-siswa yang tidak mendapatkan guru yang baik. Kadang saya merasa bersalah ketika memiliki seorang staff pengajar yang tidak mendidik siswa dengan baik. Kadang, saya harus memberhentikan beberapa staff pengajar yang tidak melaksanakan tugas mengajar dengan baik dan bertanggung jawab. Sangat berat melakukannya. Namun, kepuasan belajar siswa harus menjadi prioritas utama.

Sebagai pendiri dan pengelola utama, aku dan istri tak pernah berhenti berpikir dan melakukan terobosan untuk memperbaiki kualitas pelayanan kami. Kami terus mencari cara meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam berbahasa Inggris. Melalui media sosial kami mengamati bagaimana orang-orang mengembangkan lembaga pendidikan nonformal di kota-kota besar lain. Kami bertanya pada orang-orang yang kami kenal yang mengelola lembaga sejenis di Jakarta, Jambi, Medan, dan Siantar. Minimal sekali dalam  satu semester kami mengatur jadwal untuk bisa bertemu mereka. Rekan yang paling sering kami kunjungi dan ajak berdiskusi adalah Yanes yang memilih pulang kampung ke Siantar untuk memulai usaha dan mengabdi melalui pendidikan. Dia memiliki segudang pengalaman di pulau Jawa dan luar negeri. Kami saling bertukar ide dan gagasan perihal mengelola dan mengembangkan lembaga pendidikan. Exciting.

Kami mencatat semua pemikiran dan hal-hal praktis yang langsung bisa kami terapkan. Istriku sangat antusias dengan ide-ide cerdas yang kami dapatkan. Kami membuat to-do list sesuai skala prioritas dan kesanggupan kami mengerjakannya. Poin terpentingnya adalah kami harus menyemangati semua staf pengajar agar mengajar lebih baik. Tim administrasi harus mengelola pembukuan dengan lebih baik, menyambut tamu dan memberi informasi dengan lebih ramah. Tiga satpam harus menyambut dan menyeberangkan siswa dengan lebih sigap. Yang paling utama kami harus menginspirasi siswa agar belajar lebih sungguh-sungguh. Kami melakukan pertemuan demi pertemuan untuk mengevaluasi dan memperbaiki kegagalan dan kelemahan di masa lalu. Kemudian kami mengakhiri pertemuan dengan sebuah pertanyaan pamungkas. Apa yang harus kita lakukan untuk mendongkrak antusiasme siswa-siswa di Sidikalang agar semakin banyak yang tertarik belajar di lembaga ini? Setelah melakukan brainstorming kami sepakat untuk melaksanakan sebuah event besar. Siswa sangat suka jika kegiatan dan keahlian mereka diekspos di hadapan publik. Kami membagi tugas dalam mempersiapkannya. Semua guru harus melatih siswa-siswa mereka sesuai minat dan kemampuan. Kami menawarkan berbagai pertunjukan yang mereka bisa pilih. Beberapa pertunjukan yang bisa dipilih adalah: speech, storytelling, singing, dancing, drama, dialogue, dan chainstory. Semua siswa sangat antusias untuk mengikutinya. Mereka sangat rajin berlatih. Suasana kelas semakin seru. Kami sangat bahagia dan bangga bisa mendongkrak minat belajar siswa-siswa. Setelah berdiskusi lagi dengan semua tim pengajar kami sepakati menyebut acara akbar ini sebagai Event GET-A (Get English Talent – Ark).

Tidak hanya pertunjukan, kami sudah mengumumkan akan membuat momen apresiasi. Setiap siswa yang tampil akan diberikan hadiah. Selain itu siswa yang meraih peringkat 1-3 di kelas akan mendapat piala dan piagam penghargaan dan berbagai bonus menarik lainnya. Kami rindu setiap prestasi yang mereka raih akan mendorong mereka untuk belajar lebih giat lagi. Bahkan siswa yang tidak mendapat peringkat 3 besar sekalipun akan mendapat hadiah hiburan karena mereka tampil melalui berbagai pertunjukan lainnya. Semua harus senang. Itulah target dan harapan kami.

“Kita akan membuat acara ini spektakuler dan dihadiri oleh orangtua. Kita akan melaksanakannya di gedung besar. Di gedung olahraga (GOR) Sidikalang,” ucapku menyemangati semua tim pelaksana. Mereka sangat bersemangat. Kami benar-benar all outs mempersiapkan acara ini. Kami membagi tugas sesuai dengan bakat dan kesediaan setiap anggota tim. Semua guru berjuang keras melatih siswa-siswa mereka agar bisa tampil maksimal pada hari penyelenggaraan pertunjukan.

Sebagai pendiri lembaga ini aku sangat menyadari bahwa cara terbaik membentuk siswa-siswa yang berkualitas dan berkarakter adalah dengan memberi mereka kesempatan dan wadah untuk mendemonstrasikan kemampuan mereka. Untuk menstimulasi dan memacu minat siswa agar lebih tekun berlatih berbahasa Inggris adalah dengan cara mempertontonkan kemampuan siswa yang sudah mahir. Semangat itu menular. Itu pengamatanku dari pengalamanku mengajar selama 20 tahun. Tidak mudah bukan berarti tidak bisa. Hal menarik lainnya yang kucermati adalah meningkatnya kepercayaan diri siswa jika sudah bisa berbahasa Inggris. Anak-anak yang sudah berani berbahasa Inggris akan otomatis memiliki semangat belajar yang tinggi untuk berprestasi di bidang pelajaran yang lain. Kasmaran belajar bahasa Inggris menyebar ke minat mereka belajar lebih serius di bidang lain di sekolah.

Event GET-A (Get English Talent – Ark) akhirnya berlangsung meriah dan sukses. Semua siswa bangga menunjukkan keahlian mereka sesuai performance yang sudah dipilih. Rangkaian acara ditutup dengan pembagian hadiah bagi siswa yang tampil dan berprestasi. Banyak orangtua yang hadir memuji upaya keras kami menyelenggarakan acara  yang dihadiri sekitar 700 orang tersebut. Kami bisa melihat keceriaan mereka pulang ke rumah. Tidak sedikit orangtua datang menyalam dan berterima kasih atas prestasi yang diraih oleh anak-anak mereka. Baik di les maupun di sekolah. Ucapan terima kasih itu mampu menyemangati kami untuk mendidik anak-anak lebih baik lagi di masa depan.

Sebagai ucapan terima kasih  kepada semua tim yang sudah bekerja keras kami memberi liburan gratis ke Tuktuk Pulau Samosir selama 2 hari 1 malam. Kami senang semua tim bisa puas. Ada sekitar 25 staff yang berangkat untuk menikmati liburan dan keindahan danau Toba. Kami menginap di Samosir Cottage. Salah satu hotel paling nyaman di Tuk-tuk. Saya senang melihat semua staff puas dan antusias menikmati liburan ini. Kami berenang di kolam yang sangat luas dan bersih, berkeliling ke Tuk-tuk dan Tomok, memandang keindahan Danau Toba, menikmati kenyamanan hotel, berbelanja oleh-oleh di pasar Tomok, menikmati permainan, dan berbagai kebersamaan lainnya. Semua guru sangat antusias mengabadikan kebersamaan kami lewat foto. Malam hari sebelum tidur kami mengambil sedikit waktu untuk berdisku hal-hal konkrit yang bisa kami lakukan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pengajaran dan layanan kami di semester berikutnya. Betapa semangatnya kami mengembangkan lembaga ini. Betapa berambisinya kami bisa mendidik siswa-siswa di Sidikalang dengan lebih baik lagi. Kiranya Tuhan menolong perjuangan kami. Amin.

9/30 Manusia Transisi

 

Post Comment