Gila a la Einstein
Leadership

Gila a la Einstein

Gila

Seandainya Albert Einstein masih hidup, dan memiliki kesempatan berbicara dengan Arsene Wenger, maka beliau akan berkata: “You are insane , kamu itu gila nger!”

Anda bertanya kenapa?

Salah satu pemikiran Albert Einstein yang sangat menarik dan relevan dengan kondisi ini adalah: “Insanity: doing the same thing over and over again and expecting different results.”

Mengharapkan hasil yang lebih baik namun tidak melakukan perubahan upaya yang siknifikan adalah sebuah kegilaan. Bisa disebut sebagai kebodohan jika sudah terjadi lebih dari sepuluh tahun. Jika lebih dari duapuluh tahun berarti orang bodoh yang gila. Jika sudah lupa berapa tahun, berarti benaran gila.

Arsene Wenger ingin melaju lebih jauh di Liga Champion, namun dia tidak memperbaiki mental pemainnya. Dia ingin menjuarai Liga Inggris, namun tidak memperdalam lini skuadnya. Setiap tahun dia mengharapkan hasil yang berbeda alias lebih baik yang dibuktikan oleh tropi BPL, namun dia tidak melakukan terobosan revolusioner, mana mungkin? Kecuali jika rival mengalah. Lebih tidak mungkin lagi kan?

Ah! Nenek-nenek aja tau itu..

Dan pemikiran Albert Einstein ini berlaku dalam seluruh aspek kehidupan…

Ingin menikah, punya pacar aja belum. Ingin punya pacar, berkomunikasi dengan gebetan aja susah. Ingin dicintai lawan jenis, namun upaya yang serius tidak ada. Tapi upaya gitu-gitu aja. (Doing the same thing over and over again…) Setiap awal tahun selalu buat resolusi. Tahun ini minimal punya pacar. Come on guys! Harus ada upaya yang tidak gitu-gitu aja.

Oh! Teman-teman nenek-nenek yang tadi aja tau itu..

Bagi siswa, ingin mendapat peringkat yang lebih baik, namun tidak memperbaiki kualitas belajar. Setiap semester ingin dapat juara. Namun durasi belajar gak ditingkatkan. Awas kamu ditegur oppung Albert Einstein.

Uh! Nenek-nenek pensiunan guru aja tau benar akan hal itu.

Jadi, bro Arsene Wenger… Berubah donk! Kasihan saya dibully terus oleh Jepriansen Purba Benyaris A Pardosi Jacksen Ferry Judo Lingga Handa Pardede. Khususnya oleh fan Bayern Munchen ini, Hasoloan Petronius Situmorang. Cukup Solo!

Anyhow, for better for worse.. I am still a Gooner.

Post Comment